Contoh Perancangan Roda Gigi Lurus

Monday, March 19, 2012


Rodagigi lurus digunakan untuk poros yang sejajar atau paralel. Dibandingkan dengan jenis rodagigi yang lain rodagigi lurus ini paling mudah dalam proses pengerjaannya (machining) sehingga harganya lebih murah. Rodagigi lurus ini cocok digunakan pada sistim transmisi yang gaya kelilingnya besar, karena tidak menimbulkan gaya aksial.
Ciri-ciri rodagigi lurus adalah :
1.         Daya yang ditransmisikan < 25.000 Hp
2.         Putaran yang ditransmisikan < 100.000 rpm
3.         Kecepatan keliling < 200 m/s
4.         Rasio kecepatan yang digunakan
§         Untuk 1 tingkat ( i ) < 8
§         Untuk 2 tingkat ( i ) < 45
§         Untuk 3 tingkat ( i ) < 200
                  ( i )   = Perbandingan kecepatan antara penggerak dengan  yang digerakkan
5.       Efisiensi keseluruhan untuk masing-masing tingkat 96% - 99% tergantung disain dan ukuran.
Berikut contoh dari perancangan roda gigi lurus, Silahkan download disini :

(Sumber : Ismail Muchsin, ST, MT. UMB)

Perancangan Roda Gigi Kerucut (Design of Bevel Gears )

Rodagigi kerucut (bevel gears) digunakan untuk mentransmisikan 2 buah poros yang saling berpotongan.
 
Sepasang roda gigi kerucut yang saling berkait dapat diwakili oleh dua bidang kerucut dengan titik puncak yang berimpit dan saling menggelinding tanpa slip. Roda gigi kerucut yang mempunyai alur gigi lurus dan menuju kepuncak kerucut dinamakan roda gigi kerucut lurus .
Berikut contoh perancangan roda gigi kerucut ( bevel gears) : 

(Sumber ; Ismail Muchsin, ST.M.Sc ,PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB)

Mesin Bubut


Mesin bubut mencakup segala mesin perkakas yang memproduksi bentuk silindris. Jenis yang paling tua dan yang paling umum adalah pembubut (lathe) yang melepas bahan dengan memutar benda kerja terhadap pemotong mata tunggal. Pembubut dapat digunakan untuk membuat kenob, memotong ulir atau membubut tirus.
Jenis- Jenis Mesin Bubut
Penggolongan dari mesin bubut:
APembubut Kecepatan
-Pengerjaan Kayu
-Pemusingan logam
-Pemolesan
B. Pembubut Mesin
Penggerak puli kerucut bertingkat
Penggerak roda gigi tangan
Penggerak kecepatan variabel 
C. Pembubut  Bangku
D. Pembubut Ruang Perkakas 
E. Pembubut Kegunaan Khusus
F.         Pembubut Turet
-           Horisontal
i.          Jenis ram
ii.         Jenis sadel
-           Vertikal
i.          Stasiun tunggal
ii.         Stasiun banyak
-           Otomatis
G.  Pembubut Otomatis
  1. Mesin ulir otomatis
-          Spindel tunggal
-          Spindel banyak
I.   Fris pengebor vertikal

Beriku kumpulan bahan lengkap mengenai mesin Bubut dapat download di bawah ini :

Prinsip Memotong Logam

Adalah penting bahwa prinsip memotong logam dipahami dengan baik agar dapat diterapkan secara ekonomis. Prinsip memotong logam ini  digunakan  pada operasi seperti membubut, menyerut, memfris dan menggurdi, seperti juga proses yang lain dilakukan mesin perkakas.
Pilihan dari perkakas, kecepatan dan hantaran yang sesuai adalah dikopromikan, karena makin cepat mesin dioperasikan akan makin tinggi efisiensi dari operator dan mesin.
Perkakas Pemotong Logam
  • Bentuk yang paling sederhana dari perkakas pemotong adalah pahat mata tunggal seperti yang digunakan dalam pengerjaan mesin bubut dan pengetam, pahat pemotong mata jamak hanyalah dua atau lebih pahat mata tunggal yang diatur bersama sebagai suatu unit. Pahat pemotong fris dan pembesar lubang adalah contoh yang baik.
Gaya Potong
  • Dalam menganalisa proses pemotongan, dianggap bahwa serpihan disobek dari benda kerja dengan gerakan menggeser melintang bidang AB
  • Gaya geser dan sudut bidang geser dipengaruhi oleh gaya gesek dari serpihan terhadap permukaan pahat. Selanjutnya gaya gesek tergantung pada sejumlah factor, termasuk kehalusan dan ketajaman pahat, bahan pahat, kecepatan potong dan bentuk pahat.
  • Suatu gaya gesek yang besar menghasilkan serpihan tebal yang mempunyai sudut geser kecil, sedangkan kebalikannya terjadi kalau gaya geseknya rendah.
  • Gaya,-gaya yang bekerja pada perkakas yaitu gaya longitudinal, tangensial dan radial.
Gaya pada perkakas pemotong untuk setiap bahan tertentu tergantung pada sejumlah pertimbangan :
-        Gaya perkakas tidak berubah secara berearti dengan perubahan dalam kecepatan memotong
-        Makin besar hantaran perkakas makin besar gayanya
-        Makin dalam pemotongan, makin besar gayanya
-        Gaya tangensial meningkat dengan membesarnya serpihan
-        Gaya longitudinal menurun kalau jari-jari ujung dibuat lebih besar atau kalau sudut tepi pemotongan sisi diperbesar.
-        Gaya tangensial dikurangi kalau sudut garuk belakang dinaikkan sekitar 1% tiap derajat.
-        Menggunakan media pendingin agak menurunkan gaya pada perkakas, tetapi sangat meningkat umur perkakas.
Bentuk Dan Sudut Pahat
Untuk memahami gerakan memotong dari pahat mata tunggal yang dipakai pada mesin  bubut (gambar ..)
üSudut pengaman samping, antara sisi perkakas dengan benda kerja adalah untuk mencegah penggesekkan perkakas.sudutnya kecil biasanya 6 sampai 8 derajat untuk bahan umumnya.
üSudut garuk sisi, bervariasi dengan sudut potong, sedangkan sudut potong tergantung pada bahan yang dimesin.
üSudut garuk belakang, diperoleh dengan cara menggerinda, kalau pahat pemotong didukung dalam keadaan horizontal.
üRuang bebas ujung, diperlukan untuk untuk mencegah penggesekkan pada sisi pahat.
Kemampu Mesinan (Machinability)
Kemampu mesinan atau kemudahan suatu bahan untuk dipotong (machinability) sangat dipengaruhi oleh jenis dan bentuk pahat yang digunakan.
Pengujian kemampu mesinan harus diadakan dalam kondisi standar kalau hasilnya ingin dapat diperbandingkan. Pengujian semacam itu menunjukkan tahanan bahan yang akan dipotong, dan hasilnya ditentukan oleh komposisi, kekerasan ,ukuran butiran, struktur mikro, karakteristik pengerasan kerja dan ukurannya.
Kecepatan Potong dan Hantaran
Kecepatan potong dinyatakan dalam meter tiap menit dan pada mesin bubut merupakan kecepatan permukaan atau kecepatan benda kerja melintasi alat pemotong :
CS = πDN/ 1000
Dengan  CS = kecepatan potong, meter tiap menit
 Π = 3,1416
D  = diameter, millimeter
N = Kecepatan putar, putaran tiap menit
Hantaran (feed) menunjukkan kecepatan dari pahat pemotong atau roda gerinda maju sepanjang atau kedalam permukaan benda kerja. 
(Sumber ;Teknologi Mekanik Jilid I Sriati Djaprie. Erlangga)

Bahan Kuliah Dinamika Teknik

Dinamika adalah Ilmu yang mempelajari tentang gerak dengan menganalisis penyebab gerak tersebut. Dinamika meliputi:

·         Hubungan antara massa dengan gaya : Hukum Newton tentang gerak.
·         Momentum, Impuls dan Hukum kekekalan momentum
·         Kerja, Energi dan Hukum kekekalan energi(Tipler, 1998)
Berikut saya lampirkan bahan kuliah untuk mata kuliah Dinamika Teknik untuk dapat dijadikan referensi :
(sumber : Dwi Seno K. Sihono, MSi, Teknik Metalurgi dan Material

DASAR-DASAR ELEMEN MESIN

Bagi yang belum begitu tahu benar tentang apa sesungguhnya yang dimaksud dengan kata mesin (machine), tentu akan mengira bahwa mesin hanya sebagai pemberi tenaga gerak (motor). Khususnya terdapat pada kendaraan bermotor (seperti: mobil, sepeda motor, kapal laut/udara).
Dari segi bahasa,Mesin adalah suatu alat yang dikonstruksikan sedemikian rupa, agar dapat mengubah / meneruskan bentuk tenaga, guna meringankan pekerjaan manusia. Dengan demikian, mesin dan perangkatnya ternyata sangat dekat dan banyak digunakan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Contohnya yang sederhana adalah engkol / pengunci jendela dan sebagainya. Mulai dari peralatan memasak di dapur sampai alat-alat kedokteran di rumah-rumah sakit. Dari peralatan penyelam bawah laut sampai komponen-komponen penunjang hidup di antariksa.
Elemen mesin merupakan perangkat / alat yang membetuk/ membangun suatu mesin, yang direncanakan dan diatur dengan tepat, sehingga dapat bekerja sebagai satu kesatuan, sesuai keinginan perancangnya.
Keberhasilan dalam membangun mesin-mesin baru yang lebih baik, sangat tergantung dari kemampuan kerja (kinerja)nya dan tentu saja harus melebihi yang sudah ada. Pelaksanaannya dilakukan melalui teknik modifikasi, berupa perbaikan dari segi bahan yang digunakan, konstruksi, sistematika kerja dan lain-lain. Dalam merancang mesin, hal ini menjadi tujuan utama yang harus dicapai. Agar mesin-mesin baru tersebut dapat bersaing dipasar, tentu saja harus memiliki nilai ekonomis diseluruh sektor pembiayaan, baik dari segi produksi maupun operasionalnya.
Proses perancangan mesin memakan waktu yang lama. Dimulai dari proses menggali, mengumpulkan dan mempelajari ide / gagasan yang muncul, sampai kepada proses pembuatan (manufakturing). Ide / gagasan biasanya muncul akibat benturan permasalahan yang dihadapi seseorang saat merancang. Kemampuan seseorang dalam menelorkan ide / gagasan, selain didukung oleh kemampuan analisa dan intelektualnya, juga sangat erat kaitannya dengan pengalamannya dalam merancang. Ini tentunya berpengaruh besar pada kualitas hasil rancangannya.
Dalam mempersiapkan rancangan, para insinyur mesin harus benar-benar mempertimbangkan ketersediaan sumber-sumber yang dimiliki, seperti : dana, sumber daya manusia serta material yang ada, demikian juga dengan aspek komersial, agar ide rancangan dapat diwujudkan menjadi kenyataan, bermanfaat besar bagi manusia dan mampu bersaing dipasaran.
Begitu banyaknya elemen yang membentuk suatu mesin, juga berbagai macam sifat material dan konstruksi yang dimilikinya. Maka tidak heran, dibutuhkan begitu banyak keterlibatan para perancang dari berbagai bidang disiplin keilmuan, seperti: Fisika, kimia, material, ergonomi, mesin, manufakturing, manajemen dan lain-lain.
Bagi seorang insinyur mesin, untuk menunjang keberhasilannya dalam merancang, juga dibutuhkan pemahaman yang baik dari berbagai disiplin ilmu tadi. Paling tidak ia harus melengkapi dirinya dengan pemahaman tentang :
1.      Ilmu dan Teknologi Kekuatan Material
2.      Menggambar Mesin
3.      Fisika Mekanika
4.      Teknologi Mekanik
5.      Pengetahuan Bahan (Material Teknik)

 Tujuan Pengajaran Elemen mesin 1 
  • Memahami dasar-dasar perhitungan rancangan elemen mesin, berupa : gaya, tegangan, regangan dan lain-lain.
  • Mengenal macam-macam sambungan yang digunakan dalam komponen mesin serta memahami perhitungan rancangannya.
  • Mengenal dan memahami ujuk kerja, mendeteksi bagian-bagian yang penting serta menguasai metode perhitungan kekuatan berbagai jenis poros, kopling tetap dan pegas.
 Buku Pegangan / Buku ajar
·         R.S. Khurmi dan J.K. Guppta, A Text Book of Machine Design, Eurasia Publishing House, New Delhi, 1987.
·         M.F. Spoots, Design of Machine Elements, Prentice-Hall, Marubeni, 1986.
·         Gustav Nieman, Machine Element, Design and Calculation, vol.I/II, Springer Verlaag.
·         Sularso dan Kiyokatsu Suga, Dasar-dasar Perencanaan Elemen Mesin, ITB Bandung.

Mesin Frais/Milling CNC

Pada prinsipnya, cara kerja mesin  CNC ini adalah benda kerja dipotong oleh sebuah pahat yang berputar dan kontrol gerakannya diatur oleh komputer melalui program yang disebut G-Code. Komputer ini merupakan komponen yang sangat penting dan sangat vital dalam sistem kontrol numerik. Komputer dapat memecahkan persamaan-persamaan matematika dan pekerjaan yang sulit dalam waktu singkat. Selain itu sebuah komputer dapat dengan mudah memahami bentuk dan ukuran benda kerja, fungsi kontrol dari mesin dan operasi pengerjaannya.
Keuntungan penggunaan mesin CNC antara lain adalah :
  • Kemampuan mengulang
Pada saat pembuatan benda kerja, mesin CNC ini mampu mengulangi membuat beberapa benda dengan bentuk yang sama persis dengan aslinya.
  • Keserbagunaan
Mesin CNC dapat digunakan untuk berbagai bentuk pengerjaan/bermacam-macam kontur sesuai dengan kebutuhan.
  • Kemampuan kerja
Mesin CNC dapat memproduksi benda kerja secara terus menerus dengan hasil yang baik, sehingga dapat meningkatkan produktifitas pengerjaan.
 
Silahkan download disini :


 

Adsense

Most Reading